LAPORAN

Juni 25th, 2013 | Uncategorized | No comments

Lokasi fieltrip  di Sentul City Jawa  Barat.  Dalam perjalanan menuju Sentul, di sepanjang jalan kami melihat adanya landscape dynamic yang berubah dari lahan persawahan menjadi bangunan ruko-ruko ini merupakan proses terjadinya urbanisasi. Urbanisasi ini sendiri merupakan proses berubahnya orang –orang desa menuju kea rah perkotaan.  Sistem pembangunan yang salah akan menyebabkan alih fungsi lahan yang salah seperti di lihat di sepanjang jalan. Lahan pertanian yang seharusnya bernilai ekonomi besar malah di jual untuk di lakukan pembangunan yang dampaknya sangat merugikan bagi keberlanjutan. Dampak seperti ini juga bisa disebut sebagai Streed development, ketika ada suatu akses maka tata ruang akan berubah, ketika ada jalan maka pembangunan akan berubah.

Sentul city ini asalnya  merupakan kebun karet mirik PTPN namun di kemudian hari di ubah menjadi sebuah resource dan di jual tanahnya karena berkurangnya kualitas serta kuantitas produksinya. Akibatnya secara ekologi akan mengubah struktur, fungsi dan pada akhirnya akan muncul dinamika serta perubahan lankap budaya. Sentul ini sendiri memiliki luasan sekitar 3000 hektar. Dinamika lanskap yang terjadi lebih disebabkan oleh perubahan  yang manusia lakukan. Arahnya adalah pembangunan. Hutan karet yang kurang berfungsi lalu dijadikan sebagai area pemukiman.

Pengembangan yang mengikuti teori Von Thunen dimana area CBD nya berada pada pudat, kemudian diikuti oleh pemukiman, industrial, aricultural, dan green beld forest. Pembangunan yang ber arah pada eco city, education and knowledge, entertainment, dan destination city. Ketika berbicara eko maka pilarnya adalah hemat energy, hemat material, hemat air, hemat lahan.  Objek yang diamati adalah

  • Danau Northridge

Danau ini merupakan danau buatan yang di buat untuk menampung debit air sehingga akan menghindari banjir yang akan terjadi di kemudian hari. Bogor sendiri itu terletak di daerah yang memiliki curah hujan sangat tinggi. Bisa untuk menyimpan air ketika musim kemarau. Danau itu merupakan kesatuan patch dengan bentuk yang irregular , corridor berupa jalan di samping danau, matrixnya dominan air. Sekarang bukan saja konsepan ruang terbuka hijau saja yang perlu di kembangkan tetapi ruang terbuka biru juga.

  • Eco-Art Park

Eco itu sendiri merupakan konsep dari save energy, save material, save water, safe land. Di dalam nya terdapat struktur lanskap horizontal berupa ragam strata tanaman dan variasi elevasi serta struktur vertikal berupa luasan area, dan jenis tata guna lahan yang berbeda, fungsi lanskap adanya aliran material diantara patch berupa zona public area dan koridor jalan raya, dinamika lanskap Bangunan berubah tipe dan perubahan lanskap dari hutan karet menjadi perumahan, dari segi art nya berhubungan dengan lanskap budaya akibat manusia berupa lukisan dan patung-patung.

 

  • Taman Budaya & the Green Savana Hotel

Taman dengan are outbont dan belajar budaya. Untuk struktur lanskap gedung, luas area taman, jenis tata guna lahan, dan jenis tanaman, fungsi lanskap. Corridor sebagai  aliran material dan energiantar patch di zona public area ini. Material hotel yang ecologis dengan roof garden.

  • Jungle Land :

Area ini merupakan tempat bermain dan rekreasi. Struktur lanskap berupa patch bangunan area rekreasi dengan corridor berupa jalan yang menghubungkan aliran energy.dinamika lanskap perubahan bentukan lahan berbukit menjadi public area berupa wahana permainan, lanskap budaya berupa perubahan tempat bermain yang menyatu dengan alam.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Maret 10th, 2013 | Uncategorized | No comments

1. Pengamatan di lakukan di gedung rektorat ipb tepanya di lantai 6. pengamatan dilakukan ke arah barat dari gedung tersebut.

2.patch yang ditemukan ada hamparan rumput,pemukiman cibanteng, hutan karet ,traffic island, area green tv, serta tegakan hutan dengan pohon yang beragam

3.Koridor yang di temukan seperti jalan kendaraan , jalur pejalan kaki. kabel listrik. drainase .dsb

4.matrix yang dominan ditemukan adalah ruang terbuka hijau dan hutan-hutan tropik lebih dominan

5.korelasi antara kumpulan patch yang berbeda dibantu dengan adanya coridor sebagai tempat aliran energi dan ditambah dengan patch hutan2 serta pemukiman cibanteng menghadirkan suatu matrix serta tercipta suatu ekologi yang seimbang terikat satu sama lain. misalnya kumpulan pohon- pohon yang beragam akan menghadirkan banyak komonitas burung, satwa liar yang mampu hidup diantara hutan-hutan yang lembab.

Tanaman Pemangsa Terlangka di Dunia

Maret 10th, 2013 | Uncategorized | No comments

walaupun jarang kita temukan di sekitar kita tapi tanaman pemakan tikus ini banyak dijumpai di hutan-hutan Indonesia dan merupakan salah satu tanaman terlangka didunia.

http://www.didunia.net/

Tanaman unik ini biasanya dikenal di Indonesia dengan nama Kantung Semar. Merupakan tanaman unik yang dapat memangsa seekor tikus dan mencerna dengan zat-zat kimia kimia yang dihasilkannya. Kantong semar, yang juga dikenal dengan nama “Ketakong” biasa kita temukan di hutan-hutan Indonesia. Tanaman ini cukup kecil untuk dapat memakan hewan sebesar tikus. Namun di Filipina, telah ditemukan tanaman kantong semar yang cukup besar untuk melahap hewan pengerat semacam tikus. Ketakong ini dinamakan dengan nama Nepenthes attenboroughii.

Penemuan tanaman ini bermula dari dua orang misionaris  pada tahun 2000 berusaha mendaki gunung Victoria. Gunung yang terletak di palawan, Filipina itu termasuk jarang dikunjungi manusia. Mereka mendaki dengan sedikit persiapan sampai akhirnya hilang selama tiga belas hari sebelum dapat diselamatkan. Ketika kembali, keduanya mengaku melihat tanaman kantong semar raksasa.

Hal tersebut kemudian menarik perhatian para pecinta alam seperti Stewart McPherson dan ahli botani mandiri seperti Alastair Robinson dari Inggris dan Volker Heinrich dari Filipina. Ketiganya merupakan ahli tanaman ketakong dan telah melakukan perjalanan ke berbagai daerah terpencil demi pencarian species baru

Pada tahun 2007, mereka melakukakn espedisi selama dua bulan di filipina, termasuk mendaki gunung Victoria. Ketika mendaki melalui hutan dataran rendah, mereka menemukan tanaman ketakong besar yang dikenal sebagai Nepenthes Philippinensis, bersama dengan tanaman pakis merah jambu dan jamur biru yang belum dapat diindentifikasikan.

Penemuan mereka yang sesungguhnya baru ditemukan pada ketinggian sekitar 1.600 Dpl. Mereka menemukan banyak tanaman ketakong besar dan langsung tahu bahwa itu bukanlah spesies yang dikenali. Tanaman baru ini dinamai Nepenthes attenboroughii, yang diambil dari nama penyiar acara alam David Attenborough. Ketakong tersebut merupakan salah satu tanaman karnivora terbesar dan menghasilkan jebakan spektakuler yang tidak hanya mampu menangkap serangga, tetapi juga binatang pengerat seperti tikus.

Ciri khas tanaman ketakong biasanya tumbuh dalam jumlah yang besar. McPherson berharap lokasi terpencil dipegunungan yang sulit diakses itu akan mencegah pemburu liar merusaknya. Dalam ekspedisi yang sama, tim juga menemukan ketakong lainnya yaitu Nepenthes deaniana yang sudah tidak terlihat 100 tahun terakhir, Spesimen terakhir dari spesies tersebut hilang dalam kebakaran herbarium pada tahun 1945. Ketika turun gunung, tim masih menemukan spesies baru tanaman sundrew, sebuah tipe tanaman dengan jebakan lengket yang menjadi anggota genus Drosera.

Patahan Sumatra Pemicu Gempa

September 15th, 2011 | Uncategorized | No comments

ISTILAH Patahan Sumatera mulai banyak dikenal semenjak sering terjadinya gempa daratan di pulau Sumatera. Patahan Sumatera pernah mengakibatkan gempa besar di pulau Sumatera seperti gempa Liwa tahun 1932, 1994, gempa Kerinci 1909, 1995 yang meninggalkan kerugian jiwa dan materi yang cukup besar.

Untuk wilayah Aceh sendiri sudah sering terjadi gempa akibat pergerakan Patahan Sumatera hanya saja kekuatannya tidak sebesar gempa di Liwa maupun Kerinci. Gempa yang agak besar barusan saja terjadi pada Selasa 6 September 2011 pukul 00.55 WIB, menurut BMKG gempa tersebut berkekuatan 6,7 skala richter yang berpusat di 59 kilometer timur laut Singkil Baru, Kabupaten Aceh Singkil pada koordinat 2.81 LU dan 97,85 BT.

Selain itu gempa akibat aktivitas Patahan Sumatera ini pernah pula menggoncang Aceh pada 28 Januari 2010, waktu itu gempa terjadi pukul 23.12 WIB kekuatan gempa 5,0 skala richter, pusat gempa 23 km barat laut Takengon pada koordiant 4,82 LU dan 96,78 BT (Serambi Indonesia, 30 Januari 2010).

Setelah terjadi gempa darat di Aceh Tengah tersebut, penulis sempat mengingatkan bahwa ancaman gempa di Aceh tidak hanya dari gempa yang berpusat di laut, tetapi pusat-pusat gempa di darat perlu juga diwaspadai yaitu dari segmen Patahan Sumatera (Menata Tata Ruang Berbasis Bencana, Opini Serambi Indonesia, 6 Maret 2010).

Perlu diketahui, Patahan Sumatera memiliki beberapa segmen yang di Aceh sudah terdeteksi melalui informasi peta geologi yang telah dipetakan oleh Cameron dkk (peta tersebut dipublikasi oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi/P3G – Departemen Pertambangan dan Energi). Bukti keberadaan patahan ini semakin diperkuat dengan kenampakan dari interpretasi foto udara maupun citra satelit (remote sensing).

Untuk wilayah Aceh Patahan Semangko ini terbagi  dalam beberapa segmen yaitu Patahan Lokop-Kutacane, Patahan Blangkeujeren-Mamas, Patahan Kla-Alas, Patahan Reunget-Blangkeujeren, Patahan Anu-Batee, Patahan Samalanga-Sipopoh, Patahan Banda Aceh-Anu, Patahan Lamteuba-Baro.

Patahan tersebut menyimpan energi yang besar dan apabila suatu saat energi tersebut dilepaskan maka akan menimbulkan gempa bumi. Apabila pelepasan energi tersebut secara tiba-tiba sekaligus inilah yang sangat berbahaya karena akan menimbulkan gempa yang dahsyat, namun kalau energi tersebut dilepas berangsur sedikit demi sedikit maka gempa yang ditimbulkan tidak terlalu berbahaya, bahkan kadang tidak dirasakan oleh manusia kecuali hanya tercatat oleh alat seismograf.

Patahan atau Sesar adalah istilah dalam ilmu geologi yang dalam bahasa Inggris disebut Fault. Fault sendiri bermakna kesalahan, lalu mengapa patahan dalam bahasa Inggris disebut Fault? Konon kabarnya ketika para ahli geologi melacak sebaran bahan tambang sebagai contoh batubara, tiba-tiba lapisannya menghilang dan muncul lagi di tempat lain yang kedalamannya berbeda. Para ahli geologi menyimpulkan hilangnya lapisan tersebut karena adanya kesalahan struktur bumi yang telah bergerak atau bergeser, maka munculah istilah Fault tersebut.

Keberadaan Patahan tidak selalu berkonotasi negatif sebagai penyebab bencana gempa, karena ternyata di dalam bumi patahan bermanfaat dalam proses pembentukan cebakan atau perangkap hidrokarbon baik minyak bumi maupun gas bumi. Demikian juga  struktur patahan sangat penting sebagai jalan lewatnya magma yang apabila magma yang kaya dengan mineral berharga maka akan  membentuk mineralisasi mineral-mineral logam berharga seperti emas, perak, tembaga, besi dsb. Kalau begitu kita jangan menyalahkan Tuhan yang menempatkan kita di bumi yang memiliki banyak

Untuk menjelaskan patahan dengan bahasa awam memang sulit, tetapi paling tidak patahan terjadi dikarenakan adanya pergeseran lapisan bumi dari kondisi normalnya. Artinya, kulit bumi mengalami pergerakan, ada yang gerakannya berhenti sama sekali ini disebut Patahan tidak aktif, tetapi ada gerakannya terus berlangsung,  patahan jenis ini disebut patahan aktif. Patahan Sumatera adalah patahan aktif yang sudah bergerak sejak ribuan tahun lalu yaitu saat terbentuknya kepulauan Indonesia akibat adanya tumbukan tiga lempeng besar dunia sekitar 45,6 juta tahun yang lalu, yaitu  Lempeng Samudera Hindia-Australia yang bergerak relatif ke utara, lempeng Benua Eurasia yang bergerak keselatan dan Lempeng Samudera Pasifik yang bergerak ke Barat.

Tekanan Lempeng Samudera Hindia-Australialah yang menyebabkan posisi Pulau Sumatera seperti hari ini tergeser dan mengalami rotasi sehingga membentuk sudut dengan Khatulistiwa. Padahal menurut para ahli geologi, awalnya Pulau Sumatera posisinya sama dengan pulau Jawa yaitu sejajar garis Khatulistiwa.

Namun posisinya saat ini membujur dari barat laut ke arah tenggara dan melintasi khatulistiwa, seolah membagi pulau Sumatra atas dua bagian, Sumatra belahan bumi utara dan Sumatra belahan bumi selatan. Adanya tumbukan lempeng tersebut juga menyebabkan munculnya perbukitan yang kemudian dikenal dengan nama Bukit Barisan yang posisinya sejajar dengan patahan.

Oleh karena itu sepanjang Bukit Barisan terdapat lembah yang lurus dan memanjang, lembah-lembah ini merupakan zona lemah Patahan Besar Sumatera, di mana kulit bumi mengalami retakan, dan satu sisi dengan sisi lainnya bergerak horizontal. Pola pergerakan pada umumnya ke kanan, yaitu blok timur bergerak ke tenggara dan blok barat sebaliknya. Zona lemah tersebut mulai selatan meliputi lembah Semangko (Teluk Semangko di Lampung),  Kepahiang, Ketahun, Kerinci, Muara Labuh, Singkarak Maninjau, Rokan Kiri, Gadis, Angkola, Alas, Tangse, dan lembah Aceh. Zona lemah tersebut berpotensi memicu terjadinya gempa darat.

Mengapa gempa darat perlu diwaspadai? Gempa darat memang tidak akan memicu tsunami namun karena umumnya pusat gempa darat sangat dekat jaraknya dengan tempat aktifitas manusia dan apabila pusat gempanya dangkal maka efek getaran sangat besar dan dapat menggoncang lapisan bumi dengan kuat.

Bangunan-bangunan di atas bumi semua akan bergetar, kalau getarannya berlangsung lama tidak mustahil bangunan-bangunan akan rontok berjatuhan, apalagi selama ini banyak bangunan dibuat sekadarnya dengan mengabaikan kondisi kerentanan terhadap gempa. Di dunia sudah sering terjadi gempa darat yang menghancurkan seperti gempa bumi yang terjadi di Thangsan China pada tahun 1976 menelan korban 240.000 jiwa, gempa bumi di Iran pada tahun 1990 menelan korban 40.000 jiwa, dan gempa bumi di Armenia tahun 1998 menelan korban 25.000 jiwa.

Untuk Indonesia sendiri patahan darat yang berpotensi terjadinya gempa darat  antara lain Patahan Sumatera/Patahan Semangko, Patahan Palu-Koro di Sulawesi, Patahan Cimandiri, Patahan Lembang di Jawa, Patahan Sorong di Papua.

Tidak dapat dipungkiri bahwa Indonesia secara umum memiliki ancaman bencana gempa, maka kebijakan pembangunan yang dilakukan harus berbasis kebencanaan, tidak bisa lagi seperti saat ini sekadar perencanaan asal jadi. Karena hal ini telah diamanatkan dalam UU No 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang pasal 6 ayat 1 butir a Penataan ruang diselenggarakan dengan memperhatikan kondisi fisik wilayah NKRI yang rentan terhadap bencana.

Patahan Sumatra Pemicu gempa

September 15th, 2011 | Uncategorized | No comments

ISTILAH Patahan Sumatera mulai banyak dikenal semenjak sering terjadinya gempa daratan di pulau Sumatera. Patahan Sumatera pernah mengakibatkan gempa besar di pulau Sumatera seperti gempa Liwa tahun 1932, 1994, gempa Kerinci 1909, 1995 yang meninggalkan kerugian jiwa dan materi yang cukup besar.

Untuk wilayah Aceh sendiri sudah sering terjadi gempa akibat pergerakan Patahan Sumatera hanya saja kekuatannya tidak sebesar gempa di Liwa maupun Kerinci. Gempa yang agak besar barusan saja terjadi pada Selasa 6 September 2011 pukul 00.55 WIB, menurut BMKG gempa tersebut berkekuatan 6,7 skala richter yang berpusat di 59 kilometer timur laut Singkil Baru, Kabupaten Aceh Singkil pada koordinat 2.81 LU dan 97,85 BT.

Selain itu gempa akibat aktivitas Patahan Sumatera ini pernah pula menggoncang Aceh pada 28 Januari 2010, waktu itu gempa terjadi pukul 23.12 WIB kekuatan gempa 5,0 skala richter, pusat gempa 23 km barat laut Takengon pada koordiant 4,82 LU dan 96,78 BT (Serambi Indonesia, 30 Januari 2010).

Setelah terjadi gempa darat di Aceh Tengah tersebut, penulis sempat mengingatkan bahwa ancaman gempa di Aceh tidak hanya dari gempa yang berpusat di laut, tetapi pusat-pusat gempa di darat perlu juga diwaspadai yaitu dari segmen Patahan Sumatera (Menata Tata Ruang Berbasis Bencana, Opini Serambi Indonesia, 6 Maret 2010).

Perlu diketahui, Patahan Sumatera memiliki beberapa segmen yang di Aceh sudah terdeteksi melalui informasi peta geologi yang telah dipetakan oleh Cameron dkk (peta tersebut dipublikasi oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi/P3G – Departemen Pertambangan dan Energi). Bukti keberadaan patahan ini semakin diperkuat dengan kenampakan dari interpretasi foto udara maupun citra satelit (remote sensing).

Untuk wilayah Aceh Patahan Semangko ini terbagi  dalam beberapa segmen yaitu Patahan Lokop-Kutacane, Patahan Blangkeujeren-Mamas, Patahan Kla-Alas, Patahan Reunget-Blangkeujeren, Patahan Anu-Batee, Patahan Samalanga-Sipopoh, Patahan Banda Aceh-Anu, Patahan Lamteuba-Baro.

Patahan tersebut menyimpan energi yang besar dan apabila suatu saat energi tersebut dilepaskan maka akan menimbulkan gempa bumi. Apabila pelepasan energi tersebut secara tiba-tiba sekaligus inilah yang sangat berbahaya karena akan menimbulkan gempa yang dahsyat, namun kalau energi tersebut dilepas berangsur sedikit demi sedikit maka gempa yang ditimbulkan tidak terlalu berbahaya, bahkan kadang tidak dirasakan oleh manusia kecuali hanya tercatat oleh alat seismograf.

Patahan atau Sesar adalah istilah dalam ilmu geologi yang dalam bahasa Inggris disebut Fault. Fault sendiri bermakna kesalahan, lalu mengapa patahan dalam bahasa Inggris disebut Fault? Konon kabarnya ketika para ahli geologi melacak sebaran bahan tambang sebagai contoh batubara, tiba-tiba lapisannya menghilang dan muncul lagi di tempat lain yang kedalamannya berbeda. Para ahli geologi menyimpulkan hilangnya lapisan tersebut karena adanya kesalahan struktur bumi yang telah bergerak atau bergeser, maka munculah istilah Fault tersebut.

Keberadaan Patahan tidak selalu berkonotasi negatif sebagai penyebab bencana gempa, karena ternyata di dalam bumi patahan bermanfaat dalam proses pembentukan cebakan atau perangkap hidrokarbon baik minyak bumi maupun gas bumi. Demikian juga  struktur patahan sangat penting sebagai jalan lewatnya magma yang apabila magma yang kaya dengan mineral berharga maka akan  membentuk mineralisasi mineral-mineral logam berharga seperti emas, perak, tembaga, besi dsb. Kalau begitu kita jangan menyalahkan Tuhan yang menempatkan kita di bumi yang memiliki banyak

Untuk menjelaskan patahan dengan bahasa awam memang sulit, tetapi paling tidak patahan terjadi dikarenakan adanya pergeseran lapisan bumi dari kondisi normalnya. Artinya, kulit bumi mengalami pergerakan, ada yang gerakannya berhenti sama sekali ini disebut Patahan tidak aktif, tetapi ada gerakannya terus berlangsung,  patahan jenis ini disebut patahan aktif. Patahan Sumatera adalah patahan aktif yang sudah bergerak sejak ribuan tahun lalu yaitu saat terbentuknya kepulauan Indonesia akibat adanya tumbukan tiga lempeng besar dunia sekitar 45,6 juta tahun yang lalu, yaitu  Lempeng Samudera Hindia-Australia yang bergerak relatif ke utara, lempeng Benua Eurasia yang bergerak keselatan dan Lempeng Samudera Pasifik yang bergerak ke Barat.

Tekanan Lempeng Samudera Hindia-Australialah yang menyebabkan posisi Pulau Sumatera seperti hari ini tergeser dan mengalami rotasi sehingga membentuk sudut dengan Khatulistiwa. Padahal menurut para ahli geologi, awalnya Pulau Sumatera posisinya sama dengan pulau Jawa yaitu sejajar garis Khatulistiwa.

Namun posisinya saat ini membujur dari barat laut ke arah tenggara dan melintasi khatulistiwa, seolah membagi pulau Sumatra atas dua bagian, Sumatra belahan bumi utara dan Sumatra belahan bumi selatan. Adanya tumbukan lempeng tersebut juga menyebabkan munculnya perbukitan yang kemudian dikenal dengan nama Bukit Barisan yang posisinya sejajar dengan patahan.

Oleh karena itu sepanjang Bukit Barisan terdapat lembah yang lurus dan memanjang, lembah-lembah ini merupakan zona lemah Patahan Besar Sumatera, di mana kulit bumi mengalami retakan, dan satu sisi dengan sisi lainnya bergerak horizontal. Pola pergerakan pada umumnya ke kanan, yaitu blok timur bergerak ke tenggara dan blok barat sebaliknya. Zona lemah tersebut mulai selatan meliputi lembah Semangko (Teluk Semangko di Lampung),  Kepahiang, Ketahun, Kerinci, Muara Labuh, Singkarak Maninjau, Rokan Kiri, Gadis, Angkola, Alas, Tangse, dan lembah Aceh. Zona lemah tersebut berpotensi memicu terjadinya gempa darat.

Mengapa gempa darat perlu diwaspadai? Gempa darat memang tidak akan memicu tsunami namun karena umumnya pusat gempa darat sangat dekat jaraknya dengan tempat aktifitas manusia dan apabila pusat gempanya dangkal maka efek getaran sangat besar dan dapat menggoncang lapisan bumi dengan kuat.

Bangunan-bangunan di atas bumi semua akan bergetar, kalau getarannya berlangsung lama tidak mustahil bangunan-bangunan akan rontok berjatuhan, apalagi selama ini banyak bangunan dibuat sekadarnya dengan mengabaikan kondisi kerentanan terhadap gempa. Di dunia sudah sering terjadi gempa darat yang menghancurkan seperti gempa bumi yang terjadi di Thangsan China pada tahun 1976 menelan korban 240.000 jiwa, gempa bumi di Iran pada tahun 1990 menelan korban 40.000 jiwa, dan gempa bumi di Armenia tahun 1998 menelan korban 25.000 jiwa.

Untuk Indonesia sendiri patahan darat yang berpotensi terjadinya gempa darat  antara lain Patahan Sumatera/Patahan Semangko, Patahan Palu-Koro di Sulawesi, Patahan Cimandiri, Patahan Lembang di Jawa, Patahan Sorong di Papua.

Tidak dapat dipungkiri bahwa Indonesia secara umum memiliki ancaman bencana gempa, maka kebijakan pembangunan yang dilakukan harus berbasis kebencanaan, tidak bisa lagi seperti saat ini sekadar perencanaan asal jadi. Karena hal ini telah diamanatkan dalam UU No 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang pasal 6 ayat 1 butir a Penataan ruang diselenggarakan dengan memperhatikan kondisi fisik wilayah NKRI yang rentan terhadap bencana.

Hello world!

September 15th, 2011 | Uncategorized | 1 comment

Selamat datang di Blog Mahasiswa IPB. Ini adalah postingan pertamamu. Edit atau hapus postingan ini dan mulailah menulis blog sekarang juga!